Pages

ABOUT

Assalamu'alaikum wr wb

Cerita Bunda Ceria adalah blog yang saya buat sebagai panduan para bunda didunia parenting. Parenting adalah proses membangun hubungan fisik, emosional, sosial, keuangan, dan intelektual anak dari bayi sampai dewasa. Para bunda yang saya cintai, sebagai seorang bunda tentu senantiasa ingin memberikan yang terbaik untuk putra putrinya. Dengan kondisi yang ada saat ini tentu banyak problematika yang kita temui dalam hal pengasuhan anak. seorang bunda pun harus semakin banyak belajar pengasuhan. Anak adalah permata berharga karunia tuhan yang diamanahkan kepada kita para orang tua, maka kita sebagai orang tua harus menerima amanah ini dengan sukacita dan tentunya dibarengi dengan ilmu agar kita dapat mengarahkan putra putri kita dengan cara yang baik. Para bunda yang saya cintai, berikut catatan harian seorang dokter anak yang telah lebih dari 20 tahun mengabdikan dirinya untuk pendidikan anak (Mel Levin) :
 Saya adalah seorang dokter anak yang terobsesi tidak hanya untuk membuat tubuh seorang anak sehat, tetapi juga membantunya mencapai sukses dalam mengarungi hidupnya. Selama beberapa tahun menghadapi berbagai macam situasi, saya menemukan banyak anak-anak yang merasa putus asa karena walaupun mereka bertekad untuk belajar dengan baik, tetap saja diangap mengecewakan guru dan orang tuanya. Saya menyimpulkan bahwa membantu anak-anak seperti ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab seorang dokter anak.
Anak-anak yang tak mampu mengoperasikan pikiran mereka sesuai harapan, sangatlah menderita. Sementara, orangtua mereka pun tentu dibuat sulit tidur memikirkan anaknya yang dikatakan tidak mampu belajar oleh sekolah. Guru sering merasa kesal dan kadang merasa putus asa melihat kemunduran muridnya tanpa bisa mengerti apa penyebabnya.
Sebagian anak harus membayar mahal kodrat berfikir yang mereka bawa sejak lahir. Bukan salah mereka jika memeiliki otak yang sulit memahami perintah, seperti mengeja dengan benar, menulis dengan baik, membaca dengan cepat, mengerjakan secara sistematis, terutama dalam soal hitungan. Padahal ketika mereka dewasa, sebagian besar banyak yang menjadi orang sukses, tetapi pada masa sekolah merekan dievaluasi tanpa belas kasihan.
Setelah melihat betapa pedihnya kegagalan diusia dini itu, saya berkomitmen mencurahkan segenap perhatian untuk membantu anak-anak ini, orangtua serta para gurunya. Semua terjadi karena ketidaktahuan kita tentang sistem kerja otak yang berbeda-bedayang dimiliki oleh masing-masing anak.
Sering kali dalam setiap perjalanan kerumah, saya menangis jika mengingat cerita anak-anak yang mengalami proses sekolah sebagai suatu hal yang membuat mereka merasa tertekan dan terhina. Banyak diantara mereka harus menerima label sebagai anak yang menderita kelainan tetap yang disebut ADD atau LD. Sementara itu , sebagian lainnya mau tidak mau dipaksa untuk menelan obat-obat penenang, agar mereka bisa lebih tenang.
Ternyata siksaan itu belumlah cukup. Banyak pelajar yang sungguh-sungguh tertekan dan mengalami depresi berat akibat masyarakat yang keranjingan melakukan berbagai tes, yang katanya untuk membuat masa depan meraka lebih baik. Namun nyatanya malah lebih banyak membuat mereka menjadi anak yang gagal dan bermasalah.
Saya tidak ingin berdiam diri untuk membiarkan hal ini berlangsung terus pada anak kita, dari generasi ke generasi. Saya sungguh terpukul saat menerima surat dari seorang anak yang isinya seperti ini : 
"Dr. Levin, saya adalah anak tolol yang tidak pernah bisa melakukan segalanya dengan baik. Ibu guru saya selalu berteriak-teriak kepada saya. Rasanya memang benar bahwa saya adalah anak yang paling tolol dikelas, mungkin saya memang dilahirkan demikian."
Sesungguhnya tak seorang anak pun boleh merasa seperti ini, saya tidak akan pernah membiarkan hal ini terjadi dan terjadi lagi kepada anak-anak dinegeri ini. Apalagi dengan seluruh hasil pengetahuan dan penelitian yang banyak saya ketahui, telah membuktikan bahwa ini semua bukan salah mereka. ini semua adalah salah kita yang tidak bisa memahami dan menciptakan sistem pembelajaran yang sesuai dengan cara otak mereka bekerja. (ref : Buku "Ayah Edy Punya Cerita"  hal 141)
Para bunda yang saya cintai, cerita menyentuh diatas menunjukkan bahwa kita sebagai para bunda perlu memahami cara kerja otak anak, Tidakkah para bunda merasa bahwa selama ini telah banyak berbuat salah kepada anak-anak kita?
Mari kita sama-sama belajar untuk bisa menjadi bunda yang baik melalui blog ini. Blog ini akan banyak membahas permasalahan-permasalahan dan ilmu parenting. Banyak kegiatan anak, bunda, dan ayah yang akan ditampilkan dalam blog ini. Selain itu bedah-bedah buku parenting juga mewarnai blog ini. Cerita seputar pengalaman parenting yang penulis ambil dari berbagai sumber juga dapat diperoleh dari blog ini.

Harapan penulis, semoga blog ini bermanfaat bagi banyak orang dan penulis sangat mengharapkan feedback komentar-komentar dari pembaca yang saya cintai.

Salam,


Riyanti Sulistyo

Tidak ada komentar: